Jadi Film Terlaris, Intip 7 Strategi Marketing Petualangan Sherina 2!

Poster film Petualangan Sherina 2

Film Musikal garapan Riri Riza, Petualangan Sherina 2, berhasil menjadi film dengan penonton terbanyak di hari pertama penayangan sepanjang tahun 2023.

Hanya di hari pertamanya saja, film ini mengumpulkan lebih dari 250 ribu penonton. Melalui angka tersebut, film ini juga menempati posisi ketujuh dalam daftar film Indonesia dengan penonton terbanyak di hari pertama sepanjang masa.

Antusiasme akan film ini memang tidak mengherankan, mengingat sudah banyak sekali penonton yang menantikan sekuel dari salah satu film yang menjadi favorit banyak orang di masa kecil.

Namun, selain hal tersebut, kira-kira apa aspek lain yang membuat film ini begitu banyak dibicarakan? Yuk, simak sampai habis ulasan berikut ini!

Sinopsis dan Trailer Petualangan Sherina 2

Sebelum lebih jauh membahas tentang strategi marketing-nya, untuk kamu yang belum menonton secara lengkap film ini, kamu bisa melihat lebih dulu trailer Petualangan Sherina berikut ini:

Jika kamu pernah menonton Petualangan Sherina, kamu pasti sudah kenal dengan 2 tokoh utama dalam film ini, yaitu Sherina dan Sadam. Di film pertama, mereka berdua terlibat penculikan yang tak terduga dan membuat keduanya menjadi dekat.

Nah, film kedua mengisahkan reuni antara Sherina dan Sadam ketika sudah dewasa. Pertemuan keduanya dimulai saat Sherina diminta untuk melakukan liputan khusus di hutan Kalimantan oleh bosnya.

Kemudian, Sherina tidak sengaja bertemu dengan Sadam saat liputan tersebut. Akan tetapi, momen reuni keduanya terusik karena adanya kasus penculikan hewan. Dari sini, dimulailah petualangan Sherina bersama Sadam dalam menghadapi kasus peculikan satwa tersebut.

Strategi Marketing Petualangan Sherina 2

Setidaknya, ada beberapa strategi marketing Petualangan Sherina yang membuat film ini meraup penonton yang begitu banyak sejak hari pertama, yakni:

1. Membuat Akun Instagram Khusus

Instagram adalah media sosial yang potensial dalam mempromosikan sesuatu, tak terkecuali film. Sejak sebelum pengumuman akan adanya sekuel, tim produksi Petualangan Sherina telah membuat akun resmi yang didedikasikan khusus untuk film ini.

Awalnya, akun tersebut hanya digunakan untuk membagikan cuplikan film Petualangan Sherina seri pertama serta informasi terbaru tentang Musikal Petualangan Sherina.

Kemudian, pada 3 September 2020, akun ini resmi memberikan spoiler bahwa Petualangan Sherina akan segera merilis seri keduanya.

Dengan video yang berisi angka “2”, serta diimbuhi captioncoming soon“, unggahan ini berhasil membuat banyak orang kaget sekaligus antusias menantikan seri ke-2 dari Petualangan Sherina.

Awalnya, film ini direncanakan akan tayang pada tahun 2021. Namun, adanya pandemi Covid-19 membuat perilisan film ini diundur menjadi tahun ini.

Nah, barulah kemudian pada Juni 2022, tim produksi Petualangan Sherina kembali menginformasikan bahwa film ini sudah masuk tahap produksi dan akan segera tayang.

Dalam akun instagram tersebut, mereka juga melakukan update secara berkala, dari mulai reveal logo dan pemainnya, foto-foto behind the scene, hingga adanya kuis interaktif agar bisa engage dengan penggemar.

Hal ini merupakan bentuk strategi marketing yang dilakukan tim produksi Petualangan Sherina 2 untuk menciptakan antusiasme di antara penggemar agar menantikan film ini hingga waktu perilisan.

Baca juga: NewJeans: Bagaimana Mereka Menjadi Game Changer KPOP?

2. Memainkan Trik Psikologi Marketing

Trik psikologi marketing merupakan salah satu strategi pemasaran yang banyak digunakan untuk mendorong pembelian pelanggan.

Melalui akun Instagram resminya, tim produksi Petualangan Sherina 2 juga tidak absen dalam menggunakan trik marketing yang satu ini.

Misalnya, dalam unggahan berikut, mereka menyertakan testimoni yang dibuat oleh orang yang dianggap expert dalam bidang perfilman, seperti Dwi Sasono, Ifa Ifansyah, Agni Pratistha, dan Agus Makkie.

Hal ini pun membuat audiens berpikir bahwa film Petualangan Sherina memang pantas untuk ditonton sampai menimbulkan review positif dari ‘ para expert‘.

Tak hanya itu, ada juga unggahan yang berupa jumlah penonton Petualangan Sherina 2 dari hari ke hari. Misalnya di hari ke-empat penayangan, Petualangan Sherina 2 telah mencapai 700 ribu orang.

Hal ini secara tidak langsung menandakan bahwa film Petualangan Sherina 2 telah meraih kesuksesan dan sambutan positif dari penonton, sehingga harapannya akan timbul rasa urgensi atau FOMO (takut ketinggalan) di antara orang yang belum menyaksikannya.

3. Nostalgia Marketing

Nostalgia marketing juga merupakan salah satu strategi pemasaran yang digunakan dalam film ini. Strategi ini memanfaatkan perasaan rindu akan masa lalu dan keinginan untuk menciptakan kembali momen tersebut.

Melalui seruan “mari kita berpetualang kembali”, Petualangan Sherina 2 ingin mengajak penonton untuk bernostalgia akan film yang pertama melalui adanya sekuel ini.

Alhasil, penonton pun antusias untuk menantikan film ini dengan harapan ingin bernostalgia akan masa kecil saat menonton Petualangan Sherina seri pertama.

Hal ini terbukti melalui ulasan penonton di media sosial yang menyatakan bahwa mereka bisa bernostalgia akan masa kecilnya melalui film ini.

https://twitter.com/benperimen/status/1708403307344167042?s=20

4. Mempertahankan Orisinalitas

Salah satu hal yang membuat film ini begitu dinantikan dan bisa membangkitkan nostalgia adalah orisinalitasnya. Yup, Petualangan Sherina 2 masih menggunakan tokoh utama yang sama dari film pertamanya, yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero.

Ini merupakan aspek penting karena adanya perubahan tokoh utama sedikit saja, maka tentunya akan banyak penonton yang kecewa.

Tak hanya itu, sebagian besar lagu di seri pertama juga kembali menjadi soundtrack di Petualangan Sherina 2, di antaranya yaitu “Lihatlah Lebih Dekat” dan “Jagoan”.

5. Mengangkat Isu yang Sedang Ramai

Film Petualangan Sherina 2 juga berani dalam mengangkat isu kontroversial yang sedang ramai, yaitu mengenai perburuan satwa liar.

Dalam film tersebut, terdapat tokoh Ratih, Syailendra, Dedi, dan Pingkan yang terlibat dalam penculikan Sayu, anak orangutan.

Sekelompok penculik tersebut ingin menculik anak orangutan dengan tujuan untuk menjadikannya sebagai koleksi pribadi.

Isu tersebut akhir-akhir ini memang sedang menjadi perbincangan hangat, terutama akan banyaknya selebriti yang menjadikan satwa liar sebagai peliharaan pribadi.

Jadi, secara tidak langsung, film Petualangan Sherina 2 juga mencoba untuk menyentil atau mengkritisi praktik yang sebenarnya ilegal tersebut.

Baca juga: Strategi Pemasaran Viral Marjan Tiap Tahun

6. Promosi melalui Festival Musik

Sebelum penayangannya, film ini juga melakukan promosi melalui beberapa festival musik yang diselenggarakan di Jakarta, yaitu Synchronize Festival pada 2 September 2023 dan Pestapora pada 24 September 2023.

Dalam kedua festival musik tersebut, mereka membawakan lagu yang menjadi soundtrack pengisi Petualangan Sherina 2, seperti “Jagoan” dan “Mengenang Bintang”.

7. Word-of-Mouth Marketing

Petualangan Sherina merupakan film yang juga banyak dibicarakan di media sosial, salah satunya melalui akun Twitter @moviemenfes seperti di bawah ini.

Bahkan, film ini sempat beberapa kali menjadi trending di Twitter akibat banyaknya akun-akun dengan pengikut banyak yang membicarakannya.

Word-of-mouth inilah yang akhirnya juga membuat banyak calon penonton tertarik untuk menonton film Petualangan Sherina.

Selain karena diulas secara positif, orang-orang juga akhirnya merasa takut ketinggalan untuk membahasnya jika tidak menontonnya.

7. Ruang Imersif Petualangan Sherina 2

Mendekati hari penayangan, tim produksi melakukan promosi yang menampilkan dunia Petualangan Sherina melalui ruang imersif interaktif bertajuk “Ruang Imersif Petualangan Sherina 2”.

Ruang Imersif ini dilangsungkan di Main Atrium Ashta District 8, Jakarta, pada tanggal 14 September sampai 1 Oktober 2023.

Ruang imersif Petualangan Sherina 2
Ruang imersif Petualangan Sherina 2 (sumber: RGB.id)

Dalam ruang imersif ini, pengunjung seperti dibawa masuk ke hutan dan sungai di Kalimantan melalui pameran video dan foto yang merupakan dokumentasi asli saat proses syuting.

Baca juga: Apa yang Menjadikan Uniqlo Sebagai Top Fashion Retailer di Asia?

Itulah dia ulasan lengkap tentang strategi marketing film Petualangan Sherina 2 yang membuat banyak sekali orang akhirnya tertarik untuk menonton.

Jika kamu ingin membaca insight lain seputar strategi marketing yang dilakukan brand-brand besar, kamu bisa kunjungi situs Stories from BRIEFER dan nantikan terus update terbarunya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *