Brand Advocacy: Pengertian, Manfaat, & Strategi Membangunnya

medium shot arab women with smartphone doing brand advocacy for her friends

Brand advocacy dapat menjadi alat pemasaran yang efektif untuk bisnis dalam memperluas pasar dan meningkatkan jangkauan.

Sebenarnya, strategi ini sudah banyak dilakukan, salah satunya melalui pemberian rekomendasi dan review positif dari pelanggan.

Artikel ini akan menjelaskan secara lebih lengkap mengenai pengertian brand advocacy beserta manfaat, kekurangan, dan strategi membangunnya. Yuk, simak sampai habis!

Apa itu Brand Advocacy?

Pernahkah kamu menemukan aplikasi yang memungkinkan penggunanya membagikan kode referral? Jika iya, itu merupakan salah satu program untuk membangun brand advocacy.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, advokasi (advocacy) dapat diartikan sebagai pembelaan. Maka secara harfiah, arti brand advocacy adalah pembelaan (terhadap) brand.

Pada dasarnya, brand advocacy adalah konsep untuk tindakan dari seseorang yang merasa sangat puas dengan suatu brand sehingga membuatnya menjadi pendukung atau pembela merek tersebut.

Jadi, ia akan secara alami merekomendasikan merek yang ia sukai dan membagikan pengalaman positifnya pada orang lain.

Contoh brand advocacy misalnya adalah penggemar Apple yang gemar membeli produk-produk dari brand tersebut dan selalu menunggu keluaran terbarunya.

Tak hanya itu, mereka juga sering kali suka mempromosikan dan merekomendasilan produk dari brand Apple kepada teman-temannya secara sukarela, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Sebenarnya, brand advocacy tidak selalu dilakukan oleh pelanggan. Pihak lain seperti karyawan, mitra bisnis, influencer, bahkan jurnalis juga bisa melakukannya.

Meskipun begitu, advokasi yang dilakukan pelanggan memang lebih sering terjadi karena mereka lebih memahami bagaimana pengalamannya dalam menggunakan produk atau layanan dari brand tersebut.

Manfaat Brand Advocacy

Terdapat sejumlah kelebihan atau manfaat dari adanya brand advocacy, di antarnya yaitu:

1. Ampuh dalam Memperoleh Pelanggan Baru

Dilansir dari accurate.id, data dari Salesforce menunjukkan bahwa terdapat 92% konsumen yang lebih mempercayai rekomendasi dari kerabat dekatnya.

Oleh karena itu, adanya advokasi mengenai produk tertentu dari orang lain dapat meningkatkan keputusan pembelian seseorang terhadap produk tersebut.

2. Efisiensi Anggaran untuk Pemasaran

Apakah kamu tahu Dropbox? Layanan cloud-storage ini ternyata awalnya meraih popularitas signifikan dari kekuatan word-of-mouth, lho!

Pada masa awal kehadirannya, Dropbox mengandalkan program referral teman yang didistribusikan melalui media sosial.

Nah, bayangkan jika brand-mu bisa memperoleh banyak advokasi atau rekomendasi dari pelanggan setiamu, tentu hal tersebut dapat membantu menghemat biaya pemasaran.

3. Memperoleh Jangkauan yang Lebih Luas

Adanya banyak advokasi atau rekomendasi dari pelanggan juga membuat brand jadi dikenal lebih banyak orang dan memperoleh jangkauan yang lebih luas.

Apalagi kini, kehadiran media sosial memudahkan proses penyebaran informasi. Jadi, efektivitas pengaruhnya pun sudah tidak dapat diragukan lagi.

4. Membangun Kepercayaan Pelanggan

Advokasi terhadap brand juga memainkan peran yang penting dalam membangun kepercayaan (brand trust) dari pelanggan.

Sebab, adanya rekomendasi positif dari pelanggan akan membuat orang lain cenderung merasa lebih percaya dan yakin bahwa produk atau layanan tersebut memang berkualitas.

Kekurangan Brand Advocacy

Meskipun dapat mendatangkan sejumlah manfaat, brand advocacy juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

1. Kontrol yang Terbatas

Ketika kita melakukan kampanye pemasaran, kita memiliki kontrol atas pesan-pesan apa saja yang bisa disampaikan kepada publik.

Namun, karena brand advocacy bersifat organik, maka perusahaan memiliki kontrol yang terbatas atas pesan yang disampaikan oleh pelanggan tersebut.

Memang, sebagian besar pesan yang disampaikan pelanggan atau seseorang ketika merekomendasikan brand kita itu bersifat positif.

Akan tetapi, tetap ada risiko interpretasi atau pengalaman negatif yang dibagikan, sehingga pada gilirannya bisa merusak citra merek.

2. Keterbatasan Pengaruh

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, brand advocacy memang dapat mendorong peningkatan penjualan dan jangkauan merek.

Akan tetapi, kita tidak bisa memastikan seberapa jauh dan bertahan lama pengaruhnya. Oleh karena itu, perusahaan tidak boleh hanya mengandalkan brand advocacy.

Jadi, perusahaan juga perlu tetap melaksanakan kampanye pemasaran yang terstruktur untuk mendorong pertumbuhan brand.

Strategi Membangun Brand Advocacy

Membangun advokasi brand merupakan salah satu kunci dalam merebut hati pelangan potensial dalam pasar yang kompetitif.

Berikut ini beberapa strategi yang dapat kamu lakukan dalam membangunnya:

1. Ciptakan Produk Berkualitas dan Sesuai Kebutuhan Pelanggan

Tips pertama yang penting untuk dilakukan brand guna memperoleh nilai tambah dari konsumen adalah menciptakan produk atau layanan yang berkualitas.

Dalam hal ini, pastikan produk atau layanan yang ditawarkan brand-mu sesuai dengan apa yang pelanggan butuhkan dan inginkan.

Oleh karena itu, penting untuk dapat memahami target konsumen tiap produk atau layanan dari brand-mu untuk mengetahui bagaimana nilai, preferensi, dan gaya hidup mereka.

2. Berikan Pelayanan yang Baik kepada Pelanggan

Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan membuat mereka merasa dihargai dan diperhatikan.

Hal ini bisa menjadi dasar dalam menciptakan kepuasan pelanggan dan memotivasi mereka untuk melakukan brand advocacy.

Berkenaan dengan ini, pastikan untuk selalu tanggap dan responsif dalam menghadapi segala pertanyaan atau kritik dari pelanggan.

3. Bentuk Program Loyalitas untuk Memotivasi Pelanggan

Membentuk program loyalitas juga dapat memotivasi pelanggan untuk merekomendasikan brand atau produkmu kepada orang lain secara sukarela.

Program loyalitas yang dimaksud dapat berupa pemberian poin reward untuk setiap pembelian, pembentukan program referral, atau penawaran akses eklusif kepada pelanggan tertentu.

Namun, pastikan untuk memahami terlebih dahulu bagaimana preferensi target konsumenmu guna menyesuaikan program loyalitas yang sesuai dengan mereka.

Itulah dia penjelasan lengkap tentang apa itu brand advocate beserta manfaat, kekurangan, dan strategi dalam membangunnya.

Pada intinya, dapat disimpulkan bahwa brand advocacy adalah tindakan seorang individu ketika menjadi pembela (advokat) suatu brand, misalnya dengan mempromosikannya pada orang lain.

Jika brand-mu ingin mendapatkannya, maka penting untuk menawarkan produk dan layanan yang berkualitas sesuai dengan preferensi pelanggan.

Selain itu, kamu juga dapat melakukan strategi marketing lainnya untuk membangun loyalitas pelanggan terhadap brand-mu. Selamat mencoba, Briefee!

Baca juga: