Bagaimana Garuda Indonesia Lolos Dari Reputasi Negatif?

Garuda Indonesia merupakan maskapai penerbangan pilihan yang senantiasa memberikan berbagai layanan bintang 5 kepada para penumpangnya. Namun, sejak pandemi Covid-19, keuangan Garuda Indonesia mulai goyah karena adanya penurunan permintaan dari masyarakat ditambah lagi dengan berbagai kasus yang menyandung Garuda Indonesia, mulai dari korupsi, utang yang menumpuk hingga terancam pailit . 

Sontak permasalahan ini pun menimbulkan tanda tanya besar dari masyarakat Indonesia. Kok bisa sebuah BUMN yang notabene-nya sukses dan menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia, ternyata memiliki utang menumpuk bahkan sampai korupsi. 

Hal ini pun kemudian memunculkan krisis terutama dari segi kepercayaan stakeholders dalam menggunakan layanan Garuda Indonesia. Kasus ini membuat masyarakat Indonesia merasa terkhianati oleh Garuda Indonesia atas loyalitas yang diberikan selama ini. Tak berhenti sampai disitu, permasalahan ini kemudian membuat banyak investor menarik semua sahamnya yang menyebabkan pertumbuhan saham GIAA di bursa efek sampai saat ini masih minus.

Penasaran bagaimana cara Garuda Indonesia akhirnya bisa pelan-pelan pulih dari krisis itu? Yuk, simak penjelasanya pada artikel berikut ini!

Ini Dia Yang Dilakukan Oleh Garuda Indonesia

Dilansir dari PR Indonesia (2024), hal utama yang dilakukan oleh Garuda Indonesia adalah mendapatkan kepercayaan stakeholders internal (manajemen dan karyawan) terlebih dahulu, baru kemudian kepercayaan dari stakeholders eksternal (investor, customer)

Dalam rangka mendapatkan kepercayaan internal, Garuda Indonesia rutin mengadakan forum guna mendapatkan ide, masukan atau pendapat dari pihak manajemen dan seluruh karyawan. 

Selain itu, forum ini juga berperan sebagai saluran utama penyampaian informasi, termasuk dalam memberikan pemahaman terhadap keadaan Garuda Indonesia yang mengalami penurunan pendapatan hingga 90%.

Setelah kepercayaan stakeholders internal telah didapatkan, maka selanjutnya Garuda Indonesia berjuang untuk membangun kepercayaan secara eksternal. Caranya adalah dengan memberikan informasi secara terbuka dan rutin terkait progress yang dilakukan. 

Ketika menghadapi permasalahan korupsi dan utang yang banyak, Garuda Indonesia juga tetap memegang teguh prinsip transparansi, yakni membuka semua fakta yang ada tanpa ditutup-tutupi. Selain itu, Garuda Indonesia juga bekerjasama dengan pihak terkait dalam proses penyelidikan yang membantu percepatan pemulihan reputasi/image perusahaan. 

Lalu, Bagaimana Dengan Image/ Reputasi Garuda Indonesia Saat Ini?

Berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan, Garuda Indonesia pelan-pelan dapat memulihkan kembali image, reputasi dan kepercayaan masyarakat.

Walaupun dari segi keuangan masih belum stabil, tapi saat ini masyarakat Indonesia sudah mulai kembali menggunakan layanan penerbangan dari Garuda Indonesia. Bisa dibilang, image, reputasi dan kepercayaan masyarakat telah kembali seperti sebelum krisis itu terjadi.

Apa Yang Bisa Dipelajari?

Dari cara penanganan krisis yang dilakukan oleh Garuda Indonesia, ada beberapa hal yang dapat dipelajari:

  • Ketika menghadapi krisis, hal paling utama yang harus dilakukan adalah transparan terhadap segala informasi dan aksi yang akan dilakukan.
  • Bangun kepercayaan internal terlebih dahulu. Sebab, bila kepercayaan internal telah diperoleh, karyawan kemudian dapat berperan menjadi sarana penyebaran informasi positif kepada publik melalui word of mouth.
  • Lakukan komunikasi progres secara rutin dan intensif kepada stakeholders eksternal, jangan sekali atau dua kali saja. 

Butuh strategi penanganan krisis yang tepat dan sesuai? Coba visit briefer.id atau langsung hubungi hello@briefer.id untuk ceritakan permasalahan komunikasimu! Let’s collaborate now~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *