Rare Beauty Terkenal Hanya Karena Nama Selena Gomez?

Siapa yang belum tahu brand kosmetik Rare Beauty? Iya, brand kosmetik ciptaan Selena Gomez yang seringkali menjadi bahan pembicaraan dan terjual habis di banyak toko Sephora


Rare Beauty mendapatkan banyak perhatian oleh para pecinta makeup bahkan sampai menjadi topic viral di TikTok saat launching. Padahal, banyak seleb atau artis yang meluncurkan brand kosmetik mereka sendiri pada masa itu. Lalu, kenapa ya Rare Beauty bisa stand out daripada brand kosmetik seleb lainnya? Let’s see how they do the marketing!

1. Inclusivity and Community

Selena Gomez berhasil dalam membuat branding Rare Beauty yang inklusif. Dalam pemasaran produk, Rare Beauty selalu berusaha melibatkan komunitas mereka melalui konten media sosial. Konten yang tidak terkesan mengintimidasi, light, dan friendly, pada akhirnya membuat orang-orang ingin mencoba produk milik Rare Beauty. 

Dengan terciptanya inklusivitas dalam pemasaran brand Rare Beauty, konsumen akan menjadi lebih senang untuk berinteraksi dengan brand. Terlebih lagi, Rare Beauty dapat dengan mudah memahami preferensi dari konsumen dan target audiens mereka.

Strategi ini selaras dengan salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen (Kotler, 2014) yaitu faktor sosial antara lain small group, family, social roles dan status. Small group atau komunitas memiliki pengaruh langsung kepada setiap membernya untuk mencoba produk sehingga berpotensi menjadi konsumen baru. 

In the end, Selena Gomez menginginkan Rare Beauty untuk dapat menciptakan produk makeup yang mudah digunakan sehari-hari dan menjadi “teman” dalam proses menyayangi diri lebih jauh. 

2. Mental Health Awareness 

Selena Gomez sudah dikenal sebagai seleb yang sangat vokal terhadap kesehatan mental, karena Ia sendiri adalah seorang pengidap penyakit Lupus yang juga pernah mengalami depresi dan gangguan kecemasan (anxiety). 

Selena pada akhirnya ingin membantu dan mendukung orang-orang yang sedang mengalami hal yang sama melalui brand Rare Beauty. Tidak hanya melalui produknya yang mengedepankan inklusivitas, Rare Beauty memiliki faktor psikologi yaitu sisi motivasi untuk mengajak konsumennya peduli terhadap permasalahan kesehatan mental. Some are biological, arising from states of tensions such as hunger, thrist, or discomfort. While others, arising for recognition, esteem or belonging. (Kotler, 2014) 

Rare Beauty memiliki “Rare Beauty Mental Health Council”, yaitu berisi kurang lebih 15 orang ahli pada ranah kesehatan mental untuk memberikan konsultasi dalam pembuatan konten yang dapat mengedukasi komunitas Rare Beauty. Selain itu, Rare Beauty juga membantu organisasi-organisasi kesehatan mental dengan cara mendonasikan 1% dari penjualan kotor mereka. 

3. No Joke on Sustainability

Selain kedua hal itu, Rare Beauty juga tidak main-main dalam penerapan sustainability di produk mereka. Rare Beauty berupaya memberikan perubahan yang lebih baik untuk lingkungan dengan cara membuat produk yang cruelty-free dan vegan. Kemasan produk dan pengiriman mereka juga dibuat se-ramah lingkungan mungkin, yaitu dengan bahan 100% recyclable dan dapat mudah larut dalam air. Hal ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals yaitu Responsible Consumption and Production.

Melihat strategi marketing yang digunakan oleh Rare Beauty, kita memahami bahwa Rare Beauty berupaya untuk menjual brand dan value mereka. Tidak hanya menjual produk dengan kualitas tinggi, tetapi juga dengan memperlihatkan inti dan jati diri dari brand.

Strategi marketing yang mengedepankan inklusivitas, peduli terhadap permasalahan kesehatan mental dan juga lingkungan, pada akhirnya berpengaruh pada loyalitas konsumen terhadap brand. Dengan strategi marketing tersebut, brand Rare Beauty dapat mempunyai audiens dan konsumen yang bertahan dalam jangka waktu lama.