woman in floral dress with blue blazer using laptop

Tulisan ini terinspirasi dari pemaparan paper World Economic Forum yang membahas mengenai ekosistem platform digital beserta tantangannya. Dengan berkembangnya teknologi dan internet, sekarang sudah ada yang namanya platform digital yang diciptakan untuk mewadahi dan mempermudah akses layanan jasa kepada konsumen dan juga untuk menawarkan kepada perusahaan – perusahaan berbagai talent atau spesialis yang mereka butuhkan.

Dengan adanya platform digital, tentunya ada banyak kesempatan – kesempatan cemerlang yang ditawarkan. Mulai dari waktu kerja yang lebih fleksibel, jangkauan geografi yang lebih luas, paparan customer yang lebih banyak, inklusivitas terhadap ras, penghasilan yang lebih, transaksi yang tidak merugikan kedua belah pihak, serta pembayaran dari jalur yang beragam serta kredibel. Klien juga akan sangat mudah untuk menemukan spesialis mana yang cocok daripada project yang mereka ajukan.

Bisa dibilang kalau platform digital ini sangat bermanfaat bagi para freelancer atau independent consultant – beberapa orang menyebutnya sebagai spesialis yang ingin bekerja secara jarak jauh dengan waktu yang fleksibel sesuai dengan skillset yang mereka miliki. Mereka juga akan mudah untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari kerja tradisional / kantoran yang mereka punya, tidak perlu lagi susah – susah pergi kesana sini dan takut untuk dihubungi ketika diluar jam kerja. Begitupun sebaliknya untuk klien, mereka akan lebih tenang karena segala hal akan ditangani oleh sistem. Pembayaran hingga komunikasi pun bisa menjadi lebih mudah dan terpercaya.

Dengan segala keuntungan – keuntungan yang disediakan oleh platform digital, tentunya ada beberapa tantangan yang harus dihadapi. Tantangan – tantangan tersebut ialah standar upah dari pekerja independen profesional / freelancer, perlindungan sosial, serta hak dan kedudukan yang seimbang dengan pekerja formal. Dengan hal – hal tersebut, sangat dibutuhkannya regulasi lebih mengenai standar yang bagus dan layak bagi para freelancers dengan hak – hak pekerja formal lainnya.

It’s definitely right to say that platform digital adalah bagian dari solusi kebangkitan ekonomi digital / gig economy. Apakah Indonesia akan memiliki platform digital yang memadai untuk mewadahi para freelancers out there? Only time will tell.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *