woman holding white paper with graphs

Bagi para pebisnis, pitching bukan hal yang asing. Pitching adalah sebuah bentuk proses kolaborasi antara sebuah perusahaan dengan sejumlah agensi, dimana beberapa agensi tersebut mempresentasikan ide bisnis. Misalnya, agensi menawarkan rencana pemasaran produk kepada calon klien potensial. Ketika kita melakukan pitching secara efektif, kita tentu dapat memotivasi dan membujuk calon klien potensial kita untuk mempercayai dan mengikuti ide kita yang dimana pada akhirnya akan ada kesepakatan secara mutual.

Pitching yang baik dimulai dengan pitch deck yang bagus, yaitu sebuah presentasi slide yang menguraikan rencana bisnis kita kepada calon klien potensial mencakup penelitian yang berkaitan dengan produk kita, persaingan, rencana pemasaran, dan estimasi biaya yang perlu dikeluarkan oleh calon klien potensial.

Pitch deck perlu membubuhkan elemen visual interaktif seperti grafik, chart, atau infografik sehingga dapat menarik perhatian para audiens beserta data dan rencana yang relevan dengan tujuan dari bisnis calon klien potensial. Tunjukkan keunikanmu sehingga para calon klien potensial memiliki alasan kuat untuk memilihmu.

Lalu, bagaimana jika sudah melakukan semua hal diatas tapi kamu masih mengalami kegagalan dalam pitching? Mungkin penyebabnya adalah hal – hal seperti dibawah ini.

1.Minimnya Koordinasi Antara Klien dan Agensi

Sebelum kamu pitching, biasanya akan ada sesi briefing mengenai apa yang calon klien inginkan. Nah, biasanya beberapa calon klien kurang jelas dalam mengutarakan project-nya kepada kita. Mungkin juga ada perubahan brief mendadak yang dapat mengakibatkan proposalmu menjadi berantakan. Maka dari itu, pastikan kalau kamu menjalin komunikasi yang baik dan memiliki informasi yang sama dengan calon klien sebelum mengerjakan pitch deck yang nantinya akan dipresentasikan.

2. Ide yang Kurang Kreatif / Relevan dengan Kebutuhan Calon Klien

Sebuah perusahaan tentu ingin strategi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan mereka masing – masing. Mungkin strategi yang kamu tawarkan adalah strategi yang bersifat ‘terlalu template’ dan itu – itu saja. Jadi kamu harus lebih mengeksplor ide bersama tim untuk membuat dan menunjukkan keunikan proposalmu kepada calon klien. Jangan lupa juga untuk percaya diri dan bicara jelas pada saat mempresentasikan deck kamu.

3.Timeline Waktu yang Diberikan oleh Calon Klien

Waktu juga dapat membuat kita gagal dalam pitching. Beberapa calon klien biasanya memberikan waktu pengerjaan proposal yang sangat minim sehingga sebuah agensi kurang dapat megoptimalkan kemampuannya dalam berpikir. Jadi kita harus memperhitungkan kembali timeline yang sudah diberikan oleh calon klien supaya sesuai dengan kesanggupan. Negosiasikan juga bila merasa ada waktu yang kurang memungkinkan. Kalau memang terlalu mepet, sebaiknya ditinggalkan saja.

4.Harga yang Kurang Kompetitif

Satu ini adalah hal yang sangat penting, bisa dibilang merupakan salah satu faktor besar penentu segalanya. Ide dan performa presentasi yang bagus apabila tidak diimbangi dengan harga yang menarik, calon klien tentu saja akan mengesampingkan proposalmu. Maka dari itu, jangan lupa menganalisa kemampuan keuangan calon klienmu dan berikan harga yang sesuai dengan lingkup kerja yang ada.

Briefee, sekarang jadi tahu kan fakta – fakta penyebab dari kegagalan pitching kamu? Jika gagal, janganlah berputus asa ya. Tetap semangat dalam mencari dan membuat strategi yang inovatif, menarik, dan efektif yang sesuai dengan kebutuhan klienmu. Dengan kegagalan juga kita dapat belajar banyak hal yang dikemudian hari bisa diperbaiki. Salam hangat dan semangat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *