Mengapa Media Monitoring Penting untuk Komunikasi Bisnis?

Perusahaan tentunya perlu mempunyai strategi komunikasi yang tepat untuk mencapai tujuan-tujuan bisnis. Tanpa strategi komunikasi yang direncanakan dengan baik dan tepat, bisnis tidak akan dapat berkembang. Lalu bagaimana sih perusahaan dapat mulai merencanakan sebuah pendekatan strategi komunikasi? Salah satu caranya adalah dengan melakukan riset mendalam melalui media monitoring.

Sebelum itu, mari kita bahas mengenai apa itu media monitoring. Jika dikutip dari William J. Comcowitch dalam Media Monitoring the Complete Guide, media monitoring adalah proses membaca, menonton, atau mendengarkan isi pemberitaan media massa, yang kemudian akan diidentifikasi, disimpan, dan dianalisis kontennya sesuai dengan topik atau kaca kunci tertentu.


Dalam kata lain, media monitoring merupakan sebuah kegiatan pengumpulan data dari berbagai saluran media untuk dianalisis dan diidentifikasi. Proses ini meliputi membaca, menonton, mencatat sampai mendengarkan sebuah konten editorial yang bersumber dari media. First thing first, yuk kita bahas evolusi dari media monitoring.

Asal mula media monitoring

Jenis-jenis aktivitas media monitoring 

Ada 3 jenis aktivitas media monitoring yang perlu dilakukan oleh perusahaan: 

  1. Media clipping

Dokumentasi berupa artikel, naskah berita, dan iklan media massa. Bentuknya dapat berupa teks dan video.

  1. Media tracking 

Melacak jejak opini publik atas suatu kejadian (events) tertentu atau isu-isu tertentu pada media massa.

  1. Media content analysis

Menganalisis isi sebuah teks yang dimana nantinya teks akan  ditafsirkan dalam unit analisis yang bisa dihitung.

Aktivitas media monitoring tersebut akan menghasilkan output yang dapat membantu strategi komunikasimu, seperti : 

  1. Issues & key opinion leader

Memetakan isu yang berkembang dan mengukur KOL yang berpengaruh.

  1. Public engagement

Menghitung ketertarikan publik pada suatu isu serta mengukur gaungnya di masyarakat.

  1. Brand coverage & brand health

Membaca popularitas sebuah brand atau organisasi dari sisi public relations.

  1. Competitor’s issue & brand highlight

Memantau isu dan campaign yang direalisasikan oleh kompetitor serta melihat isu pada sektor spesifik.

  1. Trend mapping

Memetakan trend pemberitaan / percakapan serta memprediksi krisis atau isu yang berpotensi untuk muncul.

  1. Market perception

Memberikan wawasan terkait persepsi publik dan trend pasar.

Nah, seperti yang dipaparkan diatas, berbagai macam insight yang didapatkan melalui media monitoring dapat memberikan kita langkah atau strategi yang tepat untuk ditempuh selanjutnya dalam bisnis. Hence, that’s why media monitoring is one of the important things to do for businesses to thrive.


Setelah mengetahui serba-serbi mengenai media monitoring, yuk kita belajar flow penerapannya melalui salah satu studi kasus yang telah diungkapkan oleh Arief B. Sitohang melalui webinar BRIEFER bertajuk ‘Media Monitoring & Data Analysis: Transforming Your Communications Approach’ di bulan Desember ini!

Contoh studi kasus 1
Contoh studi kasus 2

Bisa dilihat dari beberapa studi kasus diatas, proses media monitoring memberikan sebuah bisnis kemudahan dalam menentukan pendekatan strategi komunikasi lanjutan yang relevan dan tepat untuk keberlangsungan perusahaan itu sendiri maupun dalam mengembangkan bisnis secara general atau dalam menanggapi dan menanggulangi sebuah krisis.

Penjelasan lengkap terkait media monitoring bisa kamu dapatkan dengan menonton video webinar BRIEFER mengenai ‘Media Monitoring & Data Analysis: Transforming Your Communications Approach’ di channel Youtube BRIEFER melalui link ini https://www.youtube.com/watch?v=zWsfxXj_9sY.

Semoga informasi ini dapat membantu ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *