Tingginya persaingan antar brand menuntut brand lebih kreatif dalam mengkomunikasikan produk maupun layanan agar tersorot oleh publik, salah satunya menggunakan teknik storytelling yang bersifat persuasif di media sosial atau biasanya disebut digital story-telling.

Digital story-telling merupakan proses mengelola sebuah cerita ke dalam format multimedia baik gambar, teks maupun 2 menit video untuk meningkatkan ketertarikan terhadap narasi yang disampaikan. Digital-story telling dapat dilakukan oleh siapapun yang tertarik untuk menghasilkan publikasi komunikasi secara kreatif.

Secara singkat, proses digital story-telling ini memiliki 7 tahapan yaitu :

1. Menentukan ide sesuai topik

2. Eksplorasi dan riset untuk menentukan narasi yang kuat

3. Pembuatan storyline yang menggambarkan bingkai cerita

4. Pengumpulan gambar/audio/video yang telah dibuat atau diunduh dari sumber tertentu

5. Penggabungan gambar, suara beserta narasi untuk membentuk cerita digital

6. Pendistribusian cerita digital kepada publik di media sosial

7. Pengelolaan feedback yang disampaikan oleh publik sebagai bagian dari perbaikan untuk tahap lanjutan

Digital story-telling merupakan strategi alternatif dalam marketing untuk menarik minat konsumen terhadap suatu produk, jasa maupun institusi melalui kemasan cerita yang menarik. Proses digital story-telling memang terbilang cukup panjang mengingat para konseptor dan creator harus teliti mulai dari pembuatan cerita hingga pemilihan saluran media sosial untuk publikasi. Alasannya adalah karena setiap media sosial memiliki karakter dan audiens yang berbeda. Oleh karena itu, konten yang diproduksi harus sesuai dengan sasaran market.

Digital story-telling juga dipercaya lebih menarik minat penonton apabila narasi pesan mampu melibatkan emosional konsumen. Maka dari itu biasanya narasi cerita berdasarkan cerita sehari-hari konsumen, yang diperoleh melalui riset atau observasi. Keberhasilan sebuah digital story-telling bisa diukur dari jumlah penonton hingga reaksi penonton. Apabila memiliki cerita yang bagus, maka konten tersebut bisa membangun percakapan alami antar konsumen sehingga secara otomatis meningkatkan atau memperkuat awareness dari brand atau perusahaan.

Apa sih brand dengan digital story-telling yang bagus? Tunggu jawabannya yah Briefee!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *