5 Tips Bangun Komunikasi Efektif dan Efisien Dengan Klien

Bekerja menjadi seorang freelancer memang banyak keuntungannya. Tidak perlu masuk kantor setiap hari, tidak ada jam kantor, bebas memilih project  yang ingin dikerjakan, dan bebas menentukan deadline project tersebut. 

Namun, dibalik semua kenikmatan itu, ada tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh freelancer, yakni membangun komunikasi yang efektif dan efisien  dengan klien. Penasaran bagaimana caranya? Cek selengkapnya pada artikel berikut ini ya~

Kenali dan Pahami Klien

Ketika berkomunikasi dengan klien untuk pertama kalinya, penting bagimu untuk mengenali dan memahami gaya komunikasi dari klien. Apakah klien lebih menyukai gaya komunikasi formal atau non-formal layaknya seorang teman. 

Ada baiknya, ketika berkomunikasi pertama kali, kamu tetap menggunakan gaya komunikasi formal dan bersikap profesional. Tetap tunjukkan rasa hormat untuk membangun kesan pertama yang kuat. Namun, apabila sudah mulai cair, kamu mungkin dapat menggunakan bahasa yang lebih santai, tapi jangan sampai mengganggu klien ya! 

3 Magic Words

Jangan lupa 3 magic words ini ya, yakni maaf, tolong, terimakasih! Selalu biasakan untuk mengucapkan maaf, tolong dan terima kasih setiap kali berkomunikasi untuk menunjukkan kesantunan dan profesionalitas dalam bekerja.

Dengan menggunakan magic words ini, kamu juga dapat mengontrol nada bicara agar tetap ramah. Meskipun terkadang klien mengajukan request dengan marah-marah, tapi kamu sebagai freelancer, jangan sampai ikut tersulut ya

Jujur, tapi Jangan Memberikan Ekspektasi Berlebih

Ini dia yang paling penting. Kejujuran merupakan kunci utama dari kredibilitas kamu sebagai seorang freelancer. Namun, jangan sampai memberikan ekspektasi berlebih ya supaya klien tidak merasa kecewa. 

Misalnya kamu mendapatkan project dengan deadline 7 hari. Meskipun kamu bisa menyelesaikannya dalam jangka waktu 4 hari pun, jangan sesekali mengatakan itu pada klien hanya untuk membuatnya terkesan. Sisa waktu itu sebenarnya dapat kamu pakai untuk mengantisipasi kendala atau hambatan yang mungkin akan terjadi selama proses pengerjaan. 

Jadi, bila kamu memang bisa mengerjakannya selama 4 hari, maka lakukan saja yang terbaik. Sebab, itulah yang akan menjadi nilai plus-mu di mata klien. 

Fleksibel

Fleksibilitas seorang freelancer tak hanya diperlukan dari segi pekerjaan saja, tetapi dari segi komunikasi juga harus fleksibel. Misalnya, kalau klien menghubungimu malam-malam, kamu tetap perlu membalasnya. Namun, apabila kamu merasa sudah terlalu larut, gapapa kok untuk membalasnya di keesokan harinya. 

Selain itu, selalu siapkan plan B untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi!

Berikan Feedback Secara Teratur

Kamu sebagai freelancer perlu memberikan update secara rutin terkait progress project yang sedang dikerjakan. Apabila ada kendala yang sedang dihadapi, jangan segan-segan untuk langsung mendiskusikan kepada klien. Kamu juga bisa meminta masukan kepada klien secara berkala supaya lebih sesuai dengan keinginan klien dan klien merasa puas.


Briefee tertarik untuk menjadi seorang freelancer, tapi bingung mulai dari mana? Yuk, kunjungi briefer.id dan coba gabung jadi kolaborator aja! Good luck~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *